The Balad of Yoko Ono

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 82

jlmc - yoko onoMenyebut namanya mau tak mau memang mengingatkan orang pada sang legenda, John Lennon. Hubungan mereka yang mengundang kontroversi mengaburkan sosoknya sendiri sebagai pekerja seni yang telah memulai karya jauh sebelum pertemuannya dengan personil The Beatles tersebut.

Yup, Yoko Ono! Ia seorang artis multimedia dan juga musisi asal Jepang. Yoko lahir pada 18 Februari 1933, dari keluarga terpandang. Ayah Yoko bekerja di Yokohama Specie Bank, yang melewati masa kerja bukan hanya di Jepang tapi juga di beberapa kota di negara lain seperti di San Fransisco dan Hanoi. Sekeluarga juga beberapa kali hijrah dari Jepang. Hingga terakhir mereka pindah ke Scardale, New York saat Yoko berusia 18 tahun. Yoko sempat mengenyam pendidikan di Sarah Lawrence, namun memutuskan keluar saat menikahi suami pertamanya, Toshi Ichiyanagi.

Yoko mulai berkarya pada bidang yang diminatinya, seni, dengan mulai melukis dan membuat puisi. Namun karya-karyanya dianggap terlalu radikal dan sulit diterima publik. Hingga kemudian ia berjumpa dengan musisi sekaligus produser film Amerika, Anthony Cox, yang membantunya membuat konsep yang lebih bisa diterima publik. Cox menjadi suami kedua Yoko.

Perjumpaan Yoko dengan Lennon terjadi pada tahun 1966, saat Lennon mengunjungi pameran yang digelar Yoko di London. Keduanya saling tertarik. Saat itu Yoko sudah berpisah dari Cox, sedangkan Lennon masih berstatus suami Cynthia dan ayah dari anak laki-laki berusia 3 tahun, Julian. Mereka berhubungan selama 18 bulan hingga kemudian Lennon memutuskan menceraikan Cynthia dan menikahi Yoko pada Maret 1969.

Yoko dianggap membawa pengaruh besar pada Lennon dalam hal bermusik. Sedangkan bagi para penggemar The Beatles, Yoko dianggap sebagai pembawa petaka hingga pecahnya grup asal Liverpool tersebut. Hengkang dari The Beatles, Lennon berkarir musik bersama Yoko dengan membentuk Plastic Ono Band. Dengan John, Yoko melahirkan putranya, Sean, pada tahun 1975.

Kini Yoko tinggal dan menjadi warga negara Amerika. Ia menggeluti sejumlah acara sosial, politik, dan muncul dalam program televisi. Pada Juni lalu, Yoko menerima sebuah penghargaan ASCAP Harry Chapin Humanitarian Award, berkat usahanya menggalang dana untuk melawan kemiskinan melalui kampanye bertajuk Imagine There’s No Hunger.

dari beberapa sumber

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s