Fukuzawa Yukichi, sang pembaharu

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 91

Kalau Indonesia punya Ki Hajar Dewantara, Jepang punya Fukuzawa Yukichi.Tokoh Jepang ini dikenal atas kontribusinya terhadap kemajuan pendidikan nasional Jepang. Berbeda dengan Ki Hajar Dewantara yang besar di lingkungan keraton, Fukuzawa Yukichi hidup sederhana dan pas-pasan.

jlmc - fukuzawaFukuzawa lahir pada 10 Januari 1835, di Nakatsu, Oita Prefecture, dari kelas samurai strata rendah. Ayahnya bekerja sebagai bendaharawan rendahan. Namun demikian Fukuzawa memiliki semangat memberikan pendidikan kepada rakyat jelata. Gagasan cemerlangnya banyak ia tuangkan dalam tulisan. Selain diterbitkan oleh penerbit universitas atau surat kabar Jinji Shimpo yang didirikannya pada tahun 1882, ia juga menulis berbagai esai mengenai isu-isu kontemporer di bidang politik, hubungan internasional, masalah ekonomi dan keuangan, kebijakan pendidikan, persamaan hak wanita, dan moralitas. Prinsip utama baginya dirangkum dalam satu kata: kemerdekaan. Ia percaya bahwa kemerdekaan pribadi dan kemerdekaan negara adalah landasan sesungguhnya bagi masyarakat modern di Barat. Fukuzawa lebih mengutamakan metode ilmiah dan praktis dari Barat daripada studi tradisional Cina klasik.

Salah satu gagasannya yang terkenal adalah Gakumon no Susume (Dorongan untuk Belajar/1872-1876) yang di antaranya ia tulis: “Langit tidak menciptakan seseorang dengan harkat di atas atau di bawah orang lainnya.” Dalam pandangannya jika ada perbedaan antara orang yang berkedudukan lebih tinggi dan lebih rendah adalah disebabkan oleh peran pendidikan di dalamnya.

Fukuzawa Yukichi yang telah menyebarkan semangat keterbukaan dan menebarkan modernisasi di Jepang lewat perjuangan dan karya-karyanya dalam pendidikan. Tokoh intelektual Jepang inilah yang akhirnya membuka mata Jepang akan adanya dunia lain selain negeri Jepang, mengajak masyarakat Jepang lebih terbuka, toleran, dan modern yang pada akhirnya membentuk Jepang sebagai negara modern seperti sekarang ini.

Pendiri Keio Gijuku (Keio University) ini meninggal dunia 3 Februari 1901, di Tokyo, pada usianya yang ke 66 tahun.

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s