Maneki Neko, si kucing keberuntungan

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 95

jlmc - manekinekoManeki Neko tampak seperti seekor kucing yang sedang melambaikan tangan kepada pengunjung. Padahal konon itu merupakan gestur seekor kucing yang sedang membersihkan mukanya. Dikatakan, karena sensitivitasnya, kucing sering merasa gelisah ketika ada manusia mendekatinya. Untuk melepaskan kegelisahannya, kucing mencuci mukanya. Dari gestur inilah, orang Jepang berasumsi bahwa setiap kali kucing membersihkan mukanya akan datang pula pengunjung (pembeli). Seekor kucing yang sedang membersihkan mukanya terlihat seperti sedang menyapa seseorang. Karena itu, orang Jepang percaya jika mereka menyimpan patung seekor kucing dengan gestur “menyapa” di depan toko mereka, pengunjung pasti datang.

 Itu hanya salah satu interpretasi. Ada banyak interpretasi lain tentang boneka kucing ini. Namun tampaknya alasan utama Maneki Neko dipilih sebagai jimat keberuntungan adalah kisah asal-usul Maneki Neko yang menyebutkan tentang seekor kucing yang menyelamatkan pemiliknya dari bahaya, penyakit, dan kemiskinan sehingga pemiliknya menjadi kaya dan sejahtera.

Ada perbedaan pula dalam mengartikan lambaian tangan (kaki depan) Maneki Neko. Lambaian tangan kanan diartikan mengundang keberuntungan dan kekayaan lebih bagi sang usahawan. Lambaian tangan kiri untuk mengundang lebih banyak pengunjung.  datang. Sedangkan lambaian keduanya untuk perlindungan rumah atau bisnis.

Maneki Neko (招き猫) secara literal diartikan ‘kucing pemanggil’. Ia juga dikenal sebagai Kucing Selamat Datang, Kucing Keberuntungan, Kucing Uang. Selain menjadi semacam jimat, Maneki Neko juga disukai karena bentuk mukanya yang bulat dan mata besarnya yang lucu (ada yang digambarkan merem juga sih..). Orang Jepang banyak yang mengumpulkan Maneki Nekos sebagai hobi. Bahkan ada klub-klub Maneki Neko. Hal ini dilakukan bukan hanya orang Jepang yang tinggal di Jepang tapi juga di negara atau benua lain. Karena populer juga di antara komunitas Tionghoa dan banyak dipasang di toko-toko orang Tionghoa, Maneki Neko sering pula disebut zhao cai mao (Mandarin) atau chio chai niau (Hokkien). Sehingga Maneki Neko sering keliru dianggap berasal dari kebudayaan Tionghoa dan bukan Jepang.

berbagai sumber

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s