Shachou ‘Menik’ Neko

dhenok - shachounekoIni bukan rescue. Sama sekali bukan. Dia memang tampak terlantar, sendiri berjalan ke sana kemari. Sebentar bermain di atas rerumputan liar, sesaat kemudian melongok-longok tempat sampah. Tapi dia bocah kecil yang gembira. Lari-lari kecil sambil sesekali menjerit. Kata anak-anak tetangga, itu bocah sudah dari beberapa hari ada di jalan komplek depan rumah. Tapi baru hari itu aku melihatnya. Minggu, 24 Februari 2013. Siang itu kudekati dia, dan diam saja ketika kuangkat dan kubawa masuk ke dalam rumah.

Coraknya putih hitam-abu. Ada hitam di sepanjang garis hidungnya. Mukanya tengil. Dia mengingatkanku pada Mimo (baca cerita Mimo), kucing kecil yang sempat kuasuh tahun lalu. Berbeda dengan Mimo, dia tidak manja. Cepat akrab tapi tidak manja.

Ya, ini bukan rescue. Tanpa kubawa ke rumah pun bisajadi dia mampu menghidupi dirinya sendiri di jalanan. Tapi kehadirannya mau tidak mau memang mengembalikan ingatanku pada Mimo, gadis kecilku yang sudah terbang ke jembatan pelangi. Dia memang tak semanja Mimo, tapi dia punya cara lain menggembirakanku. Dia suka menjerit. Kalau marah dia akan menjerit keras. Dia baru mengeong kalau sedang panik. Selain menjerit dia akan menggigit. Dia menjerit dan menggigit hidung dan pipiku waktu seekor bocah lain kubawa masuk ke dalam rumah. Seperti Mimo, dia pencemburu. Seperti Mimo pula aku salah melihat jenis kelaminnya. Dia betina, bukan jantan seperti yang kukira. Bukan, bukan berarti ia ada untuk menggantikan Mimo. Setiap meong memberikan arti sendiri. Mimo tak tergantikan, dan Shachou pun memiliki keunikan sendiri.

Ya, aku menamainya: Shachou Takezo Neko. Tak mengapa…seekor gadis meong juga berhak menjadi seekor shachou 🙂

Tumbuh besar dan sehat ya, gadis kecilku.. dan semoga terhindar dari hal-hal buruk ya, Menik 🙂

FB Shachou ‘Menik’ Neko

Catatan:
Si Menik menjadi penghuni rumah tak lama setelah aku diterima kerja di tempat kerjaku sekarang. Interviewnya langsung oleh shachou alias direktur perusahaan yang di Jakarta. Shachou terdengar lucu di telingaku. Maka kuberikanlah nama itu pada si bocah badung itu. Semoga shachou sang direktur tak membaca catatan ini 😀

Takezo adalah nama kecil Musashi. Neko? Tau lah ya…meooong 🙂

Baca cerita sebelumnya tentang Shachou dan saudara2 meongnya

Lihat foto-foto Shachou dan saudara2 meongnya

Iklan

4 pemikiran pada “Shachou ‘Menik’ Neko

  1. Sukaaaaaaa banget ama tulisannya Mbak Dhenok..(。^_^。 )♥ Bikin juga tentang sejarahnya Si Koceng Koneng Ganteng dari Cikoneng-nya ya Mbak..(^_^)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s