Belajar MRT dari Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 117

Menko Perekonomian, Hatta Rajasa dikabarkan telah berada di Jepang untuk membahas lebih lanjut mengenai proyek Mass Rapid Transit (MRT). Apa yang perlu dipelajari Indonesia dari sistem perkereta-apian Jepang?

Banyak hal! Mulai soal manusianya, perawatannya, dan beraneka ragam teknis perkereta-apian.
jlmc - mrt jepangSistem perkereta-apian di Jepang dibuat sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan terjadi tabrakan karena sistem sudah diatur untuk kereta berhenti sendiri dalam jarak dan kecepatan tertentu. Misalnya kereta berkecepatan 15 km per jam akan otomatis akan berhenti dalam jarak 50 meter jika ada bahaya di depannya. Kalau kecepatan 40 km per jam akan berhenti 300 meter sebelumnya. Selain itu pemeriksaan dan perawatan dari semua sistem rutin dilakukan. Misalnya pemeriksaan terowongan dilakukan dua tahun sekali, sedangkan pemeriksaan kereta api keseluruhan dilakukan 4 tahun sekali. Tentu saja ini di luar pemeriksaan harian rutin yang dilakukan tiap kali kereta selesai bertugas antara jam 1 hingga 4 pagi.

Untuk manusianya, dalam hal ini pengemudi atau masinis, diberlakukan pemeriksaan kesehatan total dua kali setahun. Selain itu tiap pengemudi kereta api juga harus mengantongi surat izin mengemudi setelah lulus ujian dari badan yang ada di bawah Kementerian Transportasi. Masinis juga dibatasi umur. Saat ini, setidaknya di Tokyo Metro, usia masinis termuda 20 tahun dan tertua 64 tahun. Para pengemudi kereta ini umumnya bertugas dalam lima kali bolak balik dalam satu jalur dalam satu hari.

Namun demikian bukan berarti segala sesuatunya sudah berjalan sempurna. Seperti dikutip Tribunnews.com, Deputy Manager Tokyo Metro Co.Ltd., Kazuyuki Fujii dan humasnya, Shogo Kuwamura mengakui masih ada tindak kejahatan di kereta api Jepang. Meski dari segi kuantitas sudah menurun, tapi masih ada laporan terjadinya pencopetan dan chikan atau pelecehan seksual. Namun mereka terus mengembangkan sistem pengamanan. Misalnya pihak kepolisian Jepang telah mengembangkan alat canggih yang bisa mendeteksi sidik jari orang di pakaian perempuan yang mengalami chikan. Jika terbukti cocok, maka sang pelaku dapat resmi ditahan, didenda, atau masuk penjara.

Jalur kereta api Jepang merupakan yang terbanyak dan terpadat di dunia. Di Tokyo saja saat ini ada 13 jalur kereta api, di antaranya 9 jalur kereta api bawah tanah milik Tokyo Metro dan dua jalur swasta serta satu jalur Japan Railways milik pemerintah pusat. Tak hanya orang asing, orang Jepang sendiri pun sampai kini masih banyak yang bingung. Namun karena kejelasan petunjuk dan ketepatan jadwal, akhirnya nyaman dan terbiasa juga. Segala informasi yang terjadi di jalur kereta api akan disampaikan di semua kereta. Satu hal yang menarik juga, karena sebuah keterlambatan kecil saja, pihak pengelola kereta akan menyampaikan permintaan maaf berulang kali.

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s