Perayaan Natal di Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 122

jlmc - natal di jepangTanggal 25 Desember dirayakan oleh umat Nasrani sedunia sebagai Hari Natal. Demikian pula di Jepang. Bedanya, Natal di Jepang bukan ‘hanya’ dirayakan oleh umat Nasrani namun oleh sebagian besar masyarakat. Bedanya lagi, masyarakat Jepang tidak merayakan Natal seperti umat Nasrani pada umumnya. Di Jepang perayaan Natal lebih menyerupai Valentine yang dirayakan masyarakat Barat. Para anak muda mengagendakan untuk pergi bersama pasangan, datang ke tempat istimewa, atau saling bertukar kado. Bagi yang masih lajang, Natal bisa dijadikan momentum untuk menyatakan cinta. Mengapa bisa begitu?

Dalam catatan sejarah, Natal pertama kali diperkenalkan oleh misionaris Jesuit di Prefektur Yamaguchi pada tahun 1552. Tapi banyak yang meyakini sebenarnya perayaan Natal sudah ada di Jepang sejak tahun 1549, dibawa oleh Saint Francis Xavier datang ke Jepang. Agama Kristen sempat dilarang pada tahun 1612 di seluruh Jepang. Namun sekelompok kecil umat Kristen yang bernama Kakure Kirishitan (隠れキリシタン) terus beribadah secara bersembunyi di dalam tanah selama 250 tahun kedepan. Agama Kristen beserta perayaan Natal baru muncul kembali pada zaman Meiji. Larangan kembali dimunculkan selama Perang Dunia ke II. Termasuk semua perayaan lain yang datangnya dari Amerika. Namun dengan perkembangan ekonomi Jepang tahun 60-an yang makin membaik, ditambah dengan teknologi komunikasi yang berkembang dan adanya channel TV Amerika, Natal kembali populer. Banyak lagu-lagu Natal dan acara Natal yang diciptakan dalam versi Jepang sebagai hadiah yang romantis pada hari Natal. Pohon terang menghiasi rumah penduduk dan tempat-tempat umum.

Pada akhirnya Natal di Jepang bukan jadi bagian dari perayaan keagamaan, namun telah menjadi semacam tradisi. Pohon Natal bersama keceriaannya mewarnai hingga sudut-sudut kota di Jepang. Setiap keluarga memiliki pohon Natal, meski mereka penganut Budha atau Sinto atau tak beragama sekalipun. Belanja pernak-pernik Natal sudah dimulai sejak awal November. Lalu semua hiasan itu hilang pada tanggal 26, berganti dengan hiasan jelang tahun baru. Yang menarik juga, pada beberapa tahun terakhir, ada trend makan malam Natal di KFC. Tampaknya ini menjadi catatan sukses tim marketing franchise rumah makan ayam goreng ala Amerika itu. Tradisi masyarakat Amerika yang merayakan Natal dengan makan ayam (kalkun) dipindahkan ke Jepang. Dan sukses! Bahkan tempat duduk di KFC pun sudah di pesan jauh sebelum bulan Desember.

sumber: halo jepang

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s