Wasabi, si rimpang pedas dari Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 123

Penyuka makanan mentah ala Jepang? Pasti kenal dengan bumbu satu ini: wasabi!

jlmc - wasabiSelain sebagai penyedap rasa, wasabi yang mengandung isotiosiant yang bersifat antimikroba penghambat pertumbuhan bakteri. Jadi sebetulnya wasabi bisa dibilang ‘wajib’ hukumnya untuk dikonsumsi berbarengan dengan  menu makanan mentah seperti sashimi dan sushi. Dengan begitu kita terhindar dari resiko sakit perut atau diare setelah menyantap hidangan ikan mentah.

Wasabi (わさび) adalah tanaman asli Jepang dari suku kubis-kubisan. Wasabi yang dimanfaatkan untuk bumbu makanan mentah diambil dari rimpangnya. Baik dimakan mentah maupun dikemas dalam bentuk bubuk kering. Bubuk wasabi banyak dijual di supermarket yang menyediakan bumbu Jepang. Penggunaannya dicampur dengan sedikit air hingga berbentuk pasta.

Cara menambahkan wasabi waktu ingin menyantap sashimi dan sushi adalah dengan cara mencuil wasabi ke daging atau sushi. Ada yang mencampurkannya terlebih dahulu dengan shoyu atau kecap asin. Tapi ini tidak di anjurkan karena aroma wasabi akan teredam oleh aroma shoyu, dan penguapan daya pedasnya menjadi berkurang.

Di Jepang, wasabi banyak tumbuh liar di sepanjang aliran sungai yang bersih dan sejuk  seperti di daerah pegunungan pulau Honshu, Kyusu, dan Shikoku.  Wasabi sendiri secara garis besar dibagi menjadi dua jenis, wasabi air (sawa wasabi) yang ditanam di anak sungai dan wasabi ladang (hatake wasabi) yang ditanam di ladang. Wasabi ladang biasanya dipanen setelah berumur 18 bulan. Wasabi air ditanam untuk diambil bagian rizoma yang dimakan mentah setelah diparut. Selain rimpang, seluruh bagian tanaman ini memiliki aroma harum sekaligus rasa pedas menyengat.

Budidaya wasabi sendiri baru dimulai sekitar tahun 1596-1615 di daerah hulu Sungai Abe, Utōgi, Prefektur Shizuoka. Ada beberapa versi cerita terkait penyebaran wasabi ini. Versi pertama menyebutkan penduduk desa Utōgi mencabut wasabi yang tumbuh liar dan memindahkannya ke lahan di sekitar mata air yang terletak di Idōgashira. Hasil budidaya ini dipersembahkan kepada Tokugawa Ieyasu yang tinggal di Istana Sumpu. Cerita lainnya, penyebaran wasabi ke seluruh Jepang dimulai di pertengahan zaman Edo dari bibit tanaman wasabi yang diterima Itagaki Kanshiro, setelah ia mengajarkan budidaya shiitake kepada penduduk Utōgi.

dari beberapa sumber

 

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s