Perayaan Tahun Baru di Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 125

Merayakan tahun baru di Jepang bukan sekedar perayaan pada hari pertama di tahun yang baru. Tradisi orang Jepang dalam menyambut tahun baru merupakan serangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang bulan Desember.
dhenok - taun baru jepangBulan ke-12 atau Desember menjadi bulan tersibuk di Jepang. Bulan ini menjadi saat orang Jepang ‘membereskan apa saja’ untuk menutup tahun dan menyongsong tahun baru dengan hal baru. Apa sajakah yang dilakukan oleh orang-orang Jepang?

Bounenkai. Salah satu tradisi orang Jepang dalam menyambut tahun baru ini adalah dengan acara makan-makan. Bounenkai berarti ‘lupakan tahun lalu’. Bounenkai biasanya diadakan di antara sesama rekan kerja atau teman. Agenda tambahannya adalah saling memberikan ‘Oseibo’ (hadiah akhir tahun) dan menulis Nengajo (kartu pos tahun baru) kepada kerabat yang tinggal di tempat jauh.

Makan Kabocha dan mandi Yuzuyu. Bulan Desember di Jepang sedang musim dingin. Salah satu yang menjadi tradisi adalah makan Kabocha (sejenis labu) dan mandi Yuzuyu (mandi air panas yang penuh dengan buah jeruk). Ini sebagai wujud keinginan orang Jepang untuk tetap bugar selama musim dingin dengan menjaga tubuh tetap hangat dengan makan buah-buahan kaya vitamin.

Oosoji. Kata ini memiliki arti pembersihan total. Bulan Desember menjadi saat orang Jepang untuk membersihkan lingkungan, baik di rumah, sekolah, dan tempat kerja pada pra-tahun baru.

Dekorasi. Bersamaan dengan saat bersih-bersih, dekorasi pun mulai dipasang. Biasanya dipasang di dalam maupun di luar rumah pada tanggal 30 Desember. Sepasang Kadomatsu (batang pohon pinus dan dekorasi bambu) akan ditempatkan di depan pintu gerbang atau pintu biasa. Ada pula Shimekazari atau Shimenawa, yang terbuat dari dekorasi kertas dan buah jeruk akan digantungkan di berbagai sudut rumah, khususnya di depan pintu. Bahan-bahan yang dipakai dalam dekorasi, seperti bambu, pinus, dan jeruk, merupakan simbol dari panjang umur, vitalitas, dan nasib baik. Kue juga menjadi bagian dari dekorasi. Yang umumnya dipajang adalah Kagamimochi (terdiri dari kue mochi ditumpuk dan ditaruh di meja) dan Osechi Ryori (makanan-makanan yang rapi dibungkus dalam kotak).

Satu lagi yang tak bisa dilewatkan saat tahun baru adalah Mie Soba! Istilah populernya Toshikoshi Soba (mie yang melewati tahun) yang melambangkan panjang umur. Maka dapat dipastikan saat Oomisoka (malam pergantian tahun) restoran-restoran yang menjual mie soba bakal kewalahan melayani para pembeli.

Pada tahun baru, hampir semua kantor di Jepang meliburkan karyawannya selama 1 hingga 2 minggu. Mereka biasanya memanfaatkan hal ini dengan pergi bersama keluarga, baik keluar negeri atau ke tempat wisata lokal.

dari berbagai sumber

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s