CatsLendar 2014: Kucing dan Perkawanan Dunia Maya

“The only escape from the miseries of life are music and cats…” (Albert Schweitzer)

dhenok - naga n shachou (3)Akur dengan  Albert Schweitzer! Tapi kali ini lupakan soal musik. Kita bisa bincangkan panjang lebar pada lain kesempatan. Aku mau bercerita tentang kucing. Persisnya salah satu kucingku, Naga. Baru-baru ini anak kuningku ini muncul di Famous On Facebook “CatsLendar 2014”. Apa pasal? Baiklah, biar kuceritakan dari awal.

Dimulai dari jejaring sosial bernama facebook, aku berteman dengan seekor kucing. Namanya Pacoh Adeh. Dia tak seperti kucing yang menjadi anggapan orang, manja dan manis. Sama sekali tidak. Dia seekor kucing jutek dan tak peduli. Bahkan pada manusia yang merawatnya, manusia yang ia panggil Mamih. Buatku ini ide yang unik. Terlepas kemudian dari pengakuan si Mamih yang konon mencipta “Pacoh Adeh” untuk identitas bermain game online. Tapi, mempersonifikasi seekor kucing adalah ide yang menarik. Selain ia bisa muncul sebagai sosok imajiner seperti yang diimajinasikan si pembuat akun, iapun bisa menjadi katarsis. Sosok yang bisa mengakomodir harapan-keinginan-tujuan-bahkan hal-hal yang tak bisa dimunculkan si pencipta yang sebagai manusia tentunya dibebani dengan segala macam embel-embel. Tokoh baru ini telah berhasil muncul sebagai sosok yang bebas.

Lalu ada sosok lain yang kukenal: Chubie Curubie. Kucing putih berponi abu ini punya pandangan mata yang meluluhkan hati. Sorot matanya tajam dengan sudut mata runcing. Pendek kata, aku jatuh cinta pada kucing yang tinggal di belantara Borneo ini. Berikutnya dari sebuah kontes, kukenal pula kucing lain. Namanya Kincess Ces. Betina, chemong, dan galak. Berbeda betul dengan manusianya yang ‘tampak’ pendiam dan melankolis. Ssst..biarpun chemong dan galak, tapi dia jago marketing! Lewat Kata Kucing, fanpage yang dikelola meong yang selalu menjuluki diri kucing cantik alami inilah terbit CatsLendar 2014.

Begitulah.. hari-hariku berikutnya diwarnai intip-intip wall FB para kucing ini. Memastikan ‘apa celotehan mereka hari ini’ menjadi rutinitas. Saling-silang komentar akhirnya mengenalkanku pada banyak manusia kucing di situs jejaring sosial yang tampaknya paling ramai ini. Thanks to Mr. Zuckerberg yang sudah melahirkan gagasan briliannya.

Apa aku lalu membuatkan akun FB salah satu anakku? Sama sekali tak terpikir. Aku menikmati saja pertemanan dengan para kucing dan manusia-manusia kucing. Komunikasi yang berlangsung melalui media yang memassa ini pun menjadi komunikasi interpersonal. Ada yang mengingatkan, pertemanan di FB tidak riil. Yup, tentu saja. Ini komunikasi melalui dunia maya, namun buatku pertemanannya sendiri tetap nyata. ‘Banyak yang melakukan manipulasi’…katanya. Di dunia nyata pun bukankah demikian? Kalau dunia riilmu dibatasi waktu dan kesempatan, plus rupiah kalau dilihat dari biaya sosial yang mahal, apa yang bisa kau lakukan, kawan? Mendapatkan teman yang baik di dunia maya kurasa pilihan yang tepat. Manipulasi bisa terjadi di mana saja. Toh pada akhirnya waktu yang akan membuktikan, kau berteman dengan orang yang tepat atau tidak. Bukan hanya di dunia maya, namun juga dunia nyata. Seleksi alam akan berlangsung. Yang tak memiliki visi sejalan akhirnya akan tersingkir atau menyingkir dengan sendirinya.

Kenyataannya belakangan perkawanan-baru-ku memang lebih banyak di dunia maya. Sebagiannya mengalami perjumpaan di dunia nyata. Bahkan banyak yang di antaranya tak lagi sebatas teman dan lebih mendekati saudara. Saling memberikan dukungan, tak hanya saran tapi juga hal-hal yang konkrit. Perjumpaan pun dengan aneka macam agenda. Baik sekedar kongkow-kongkow, silaturahmi, ngabohtram bareng, atau dengan agenda penting seperti mengadakan baksos steril kucing (baca: PKDB punya gawe).

Unik! Itulah istilah yang tepat untuk dunia permeongan di FB. Keunikan itu makin banyak kutemukan setelah akhirnya memutuskan membuatkan akun untuk Naga, si meong koneng jabrik. Itupun sebetulnya atas saran kawan permeongan, Ria. Banyak hal yang membuatku takjub, hal-hal yang sebetulnya aku pun pernah melakukannya saat banyak mengintip wall-nya para meong.  Tapi saat mendapati orang lain melakukannya di akun meongku, tak urung membuatku terheran-heran. Bagaimana mungkin celetukan-celetukan sekadarnya, ‘angger njeplak’ orang Jawa bilang, bisanya dengan baik diingat orang.  Aku sendiri yang menuliskannya kadang malah tak ingat. Belum lagi aneka bentuk perhatian yang disampaikan dengan beragam ekspresi. Baik bicara langsung di wall, melalui inbox, atau lewat telefon dan sms. Ada pula Marrisa yang sempat mencatatkannya dalam salah satu post-nya di FB. Perhatian dan apresiasi dari kawan-kawan Naga bahkan sering menggiringku pada perasaan bahwa anak meong konengku ini benar-benar nyata, bisa bicara dan menyampaikan apa yang ada di pikirannya.

Kesimpulannya: salut untuk semua kawan permeongan! Love you all, dear friends! Kalian membuat hari-hariku lebih ceria.

Lalu, mana cerita soal Naga-nya? Ga jadi ah.. berkunjung saja ya ke FB Naga 🙂

dhenok - naga di laptopYang pasti, jangan lupa order kalender yang ada Naga Chan ini yaaa..:) Karena selain ketemu dengan anak gantengnya ibu meong dan juga teman2 meongnya, Anda juga sudah ikut membantu kucing-kucing yang kurang beruntung.

PO kedua sudah dibuka tanggal 2 kemarin. Silakan langsung meluncur ke Kata Kucing!

catlender cover

Iklan

12 pemikiran pada “CatsLendar 2014: Kucing dan Perkawanan Dunia Maya

  1. Bukan cuma mbak dhenok, aku juga sering kepikiran kalo Naga itu beneran bisa ngomong, main FB, semua celotehannya sama obrolannya sama keluarga Cikoneng kayak nyata gituuuu

    seru ternyata temenan sama meong meong di FB, membangkitkan imajinasi 😀

    Naga sudah doyan makan kah?

  2. waaaaah ibu meong. blog saya kan cuma coretan singkat yg ga berarti apapun.

    itu juga ditulis murni karena terseponah sama miong2 di efbe.

    sampai saya bikin niatan klo dikasih kesemptan hamil. ngidamnya mau ketemu naga dan miong cikoneng. pacoh. sama zsa zsa + dung dung. ahaha. ngidam kok direncanakan.

    titip peyuk yak buat naga dan all team miong cikoneng.

  3. saya gak pernah mengira Nutnut akan muncul sebagai kucing “preman” yg dijuluki okem. mungkin krn fisiknya yg unik sehingga menimbulkan kesan gahar. saya sendiri gak bisa dibilang tomboy. mungkin benar kucing yg muncul di facebook adalah kebalikan dari manusianya. saat saya bertemu mamih, saya sama sekali gak nyangka ada sosok perempuan mungil bersuara lembut dibalik pacoh yg jutek. waktu bertemu mpo Kincess, kami (mungkin) sampai membuat sopir taksi bosan mendengar pembicaraan tentang kucing sepanjang perjalanan. mpo Kincess sangat jauh dari kata galak. bahkan mba Qori pun membuat saya terpana. dia begitu mungil tapi punya kekuatan amat besar untuk menyatukan CL di dunia maya. saya belum pernah bertemu mba dhenok. semoga nanti saya punya waktu untuk main ke bandung. bertemu dengan ibu meyong dan keluarga besar kuceng kuneng di cikoneng. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s