Mengenal puisi Jepang: Haiku

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 132
jlmc - haiku masaokaHaiku (俳句) adalah salah satu bentuk puisi tradisional Jepang yang paling penting. Ia merupakan sajak terikat yang memiliki 17 suku kata yang terbagi dalam tiga baris. Tiap barisnya terdiri dari 5, 7, dan 5 suku kata.
 

Ada istilah yang sering membuat bingung, yakni Haiku, Hokku dan Haikai (Haikai no Renga). Hokku sendiri adalah sajak pembuka dari sebuah rangkaian sajak-sajak yang disebut Haikai no Renga. Hokku menjadi penentu warna dan rasa dari keseluruhan rantai Haikai. Itulah mengapa hokku ini penting. Pada akhirnya para penyair banyak yang hanya membuat hokku tanpa menulis rantai sajak lanjutannya. Tokoh-tokoh yang berperan adalah Matsuo Bashō (1641-1694), yang bisa disebut sebagai kreator pertama, lalu Yosa Buson (1716-1784) dan Kobayashi Issa (1763-1828) yang menjadi pembaharu.

Adalah Masaoka Shiki yang kemudian memunculkan istilah Haiku pada tahun 1890an. Haiku dapat diartikan sebagai pembebasan hokku dari rantai Haikai. Tokoh lain dalam reformasi Haiku ini adalah Kawahigashi Hekigoto.

Berikut ini beberapa contoh Haiku:

furu ike ya
kawazu tobikomu
mizu no oto

(an ancient pond/ a frog jumps in/ the splash of water ~Matsuo Bashō)

inazuma ya
tarai no soko no
wasure-mizu

(lightning flash/ in the bottom of the basin/ water someone forgot to throw out ~Masaoka Shiki)

too hanabi
oto shite nani mo
nakarikeri

(far fireworks/ sounding, otherwise/ not a thing ~ Kawahigashi Hekigoto)

Haiku bisa mendeskripsikan apa saja, tapi biasanya berisi hal yang tidak terlalu rumit untuk dipahami pembaca awam. Haiku tidak memiliki rima. Ia ‘melukis’ imaji ke benak pembaca. Maka menjadi tantangan bagi penulis Haiku untuk memaparkan lukisan pesan kepada pembacanya hanya dalam 17 suku kata, dan dalam tiga baris saja.

Dalam bahasa Jepang, kaidah-kaidah penulisan ini menjadi pakem dan harus diikuti. Namun dalam bahasa lain, biasanya menjadi lebih longgar. Misalnya seperti yang ditulis penulis Meksiko, Octavio Paz.

cold and jingling
on their wrists and ankles
bands of silver

Pada akhirnya di luar Jepang, terutama di Barat, Haiku hanya tampil sebatas bentuk pendeknya saja.

dari berbagai sumber

 
 
Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s