Morita, motornya Sony

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 134

Berangkat dari kegemaran mengotak-atik barang elektronik, Akio Morita rela melepaskan diri dari bisnis raksasa milik keluarga.

jlmc - akiomoritaAkio Morita lahir pada tanggal 26 Januari 1921, di Nagoya, dari sebuah keluarga pembuat sake. Keluarga Morita telah menggeluti pembuatan sake selama hampir 400 tahun di Kota Tokoname, dekat Nagoya. Morita pun disiapkan untuk menjadi pewaris bisnis keluarga. Ayahnya, Kyuzaemon, memberikan pengawasan langsung. Morito pun mengikuti dengan baik gemblengan sang ayah, terlibat dalam rapat perusahaan membantu bisnis keluarga bahkan pada liburan sekolah.

Pada masa itu keluarga Morita sudah mengenal gaya hidup ala Barat seperti mobil dan fonograf listrik. Saat senggang biasanya dimanfaatkan Morito muda untuk membongkar pasang gramofon. Sejak usia dini, Morito memang gemar mengutak-atik peralatan elektronik. Mata pelajaran kesukaannya matematika dan fisika. Sesuai pilihannya, ia masuk Departemen Fisika di Osaka Imperial University. Lulus dari universitas Morito bergabung dengan militer karena Jepang terlibat dalam Perang Pasifik. Pada masa perang inilah Morito bertemu dengan Masaru Ibuka dalam Angkatan Laut Wartime Research Committee.

Kembali ke rumah keluarga di Nagoya, Morita diundang bergabung dengan Fakultas Tokyo Institute of Technology oleh salah satu profesor. Namun saat bersiap, Morita mendapat kabar bahwa kenalannya semasa perang, Ibuka, telah mendirikan Institut Penelitian Telekomunikasi di Tokyo. Morita memutuskan mengunjungi Ibuka di Tokyo dan mereka bersepakat untuk mendirikan sebuah perusahaan baru bersama.

Perusahaan baru itu dinamai Tokyo Tsushin Kogyo KK (Tokyo Telecommunications Engineering Corporation). Berdiri pada tanggal 7 Mei 1946. Mereka memiliki 20 karyawan dan modal awal ¥ 190.000. Saat itu Ibuka telah berumur 38 tahun dan Morita 25 tahun. Ibuka bertugas untuk melakukan penelitian dan pengembangan produk, sedangkan Morita berperan dalam memimpin Sony bidang pemasaran, globalisasi, keuangan, dan sumber daya manusia. Morita juga mempelopori perusahaan masuk ke dalam bisnis perangkat lunak, dan ia memberikan kontribusi kepada keseluruhan manajemen perusahaan.

Perkembangan global membuat Morita berpikir tentang perubahan nama menjadi Sony pada tahun 1958. Awalnya keputusan ini tidak diterima dengan baik, baik di dalam maupun di luar perusahaan karena Tsushin Tokyo Kogyo sudah dikenal secara luas. Namun Morita menekankan jika perusahaan memang memerlukan perubahan nama agar lebih maju. Dan Morito berhasil membuktikannya. Tahun 1960, Sony Corporation of America didirikan di Amerika Serikat. Morita pun lalu memutuskan hijrah ke Amerika bersama keluarganya.

Melalui ide-ide kreatif Morita, Sony telah meluncurkan banyak produk yang berani melahirkan gaya hidup dan budaya baru seperti diciptakannya walkman dan perekam kaset video. Morita juga membebaskan diri dari pemikiran konvensional bidang keuangan. Pada tahun 1961 Sony mengeluarkan American Depositary Receipts di Amerika Serikat yang mencatat nama Sony sebagai perusahaan Jepang pertama yang menawarkan saham di New York Stock Exchange. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan modal tidak hanya di Jepang. Di bidang SDM, Morita menulis buku berjudul Never Mind School Records yang menekankan bahwa catatan sekolah tidak penting dalam melaksanakan pekerjaan. Pandangan ini disampaikan Morita tahun 1966 dan masih dipakai banyak orang hingga kini.

Akio Morito juga menjadi orang Jepang yang terbilang cukup banyak menerima medal penghormatan dari berbagai negara, seperti dari Inggris, Perancis, Austria, Belgia, Brasil, Jerman, Spanyol, Belanda, dan Amerika Serikat.

berbagai sumber

 

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s