Ronin dan Maiku

Sabtu malam. 11 Oktober 2013. Pada sederet gerobak sampah, mataku tertumbuk pada dua sosok mungil. Menangis kedinginan di bawah gerobak penuh sampah. Adakah emak2 kucing yang tahan dengan tangisan semacam itu? Aku mencoba abai. Membayangkan di rumah sudah banyak anak dan dalam kondisi tak betul-betul sehat. Kulanjutkan perjalanan motorku di bawah hujan. Pada seratus meter berikutnya naluri emak2 kucingku berontak. Baiklah, mari kita lihat.

dhenok - tps nemu cebongs

Besok siangnya coba balik lagi ke lokasi, barangkali ketemu induk para bayi. Tumpukan sampah sudah diangkat dan tak kujumpai induk kucing 😦

Dua ekor. Dua-duanya hitam putih. Yang satu putihnya lebih banyak. Satunya putihnya seuprit πŸ˜€ Kucing tuxedo. Kuyup oleh hujan yang sebetulnya tak begitu deras. Entah sudah berapa lama mereka di lokasi. Menggendong mereka, aku coba berjalan mengitari area sampah tersebut. Siapa tahu ada induknya yang berteduh di tempat lain. Tak ada induk yang menyambut meongan para bayi. Baiklah. Menyerah. Luluh. Masuk tas. Bersanding dengan laptop, buku, aneka tas kecil. Di balik pengap jas hujan. Maaf, pus, tidak disiapkan untuk menerima tubuh kalian. Jangan gepeng dulu ya, perjalanan kita masih 7 kilo lagi.dhenok - ronin n maiku kecil

Begitulah, dua bayi itu akhirnya menjadi bagian dari keluarga kucing Cikoneng. Sebutannya cebong-cebong. Seperti biasa, menjadi bahan obrolan Naga di fesbuk. Mulai diterima teman-teman FB Naga sebagai keluarga si koneng ganteng πŸ™‚ Dan di rumah pun, bayi-bayi ini menjadi mainan baru buat Naga dan Batik. Mereka berdua tak keberatan dan suka-suka aja dengan kehadiran penghuni baru. Berbeda dengan Shachou menik yang seolah menjadikan para cebong musuh. Tapi dalam prosesnya akhirnya akur satu sama lain.

dhenok - ronin n maiku

Siapa yang membuang kucing2 lucu iniiiii?

Memasuki Desember cebong putih mulai pilek, tertulari saudara-saudara meong lain yang memang belum pulih. Menjadi parah dengan begitu cepat. Sempat sangat khawatir dan merasa bersalah. Apa iya aku membawanya dari tempat sampah lantas menjadikannya sakit separah itu? Batuknya tersedak-sedak sampai tubuhnya melompat-lompat mundur. Ingus meleleh terus dari hidungnya. Badannya mengurus drastis. Kubawa dia ke tempat kerja untuk diperiksakan ke dokter yang tidak jauh dari kantor. Karena jadwal kerjaan de-el-el yang penuh memang agak menyulitkan untuk khusus membawa mereka ke praktek dokter.dhenok - ronin sakitHanya dua hari pertama membaik. Berikutnya kembali tidak mau makan. Akhirnya mendapat kontak vet yang bisa datang ke rumah. Kunjungan ibu dokter persis pada tahun baru. Enam ekor mendapat injeksi. Mustinya si penyusup kecil ikut diperiksa karena belakangan dia tampak sakit. Tapi sayang, tak berhasil tertangkap. Cebong putih harus diinfus karena makanan betul-betul tidak bisa masuk. Begitulah, hari-hari berikutnya mereka dijejali dengan obat. Cebong item kebagian obat sedikit dari kakaknya. Dia tak kebagian injeksi tapi sudah mulai batuk-bersin juga. Obatnya tampaknya bekerja dengan baik. Kondisi mereka membaik. Masih muncul sekali waktu batuk dan bersin. Tapi setidaknya mereka makan dengan baik. Sangat baik malah. Sampai si Onin tampak bulet bener πŸ˜€

dhenok - ronin n maiku gedeOiya, mereka sudah punya nama akhirnya. Onin adalah panggilan sayangnya Ronin (kelak nama ini kujadikan nama pet carrier yang kuproduksi; baca: Prelaunch Ronin Pet Carrier dan Ronin Pet Carrier akan segera terbit). Nama itu muncul berbarengan dengan saat dia kubawa ke kantor dan sedang membuat catatan pendek tentang β€œ47 Ronin”. Jadilah nama itu menempel pada bocah putih jabrik itu. Adiknya, banyak yang menyarankan memberi nama Michael karena kakinya yang belang putih. Hmm.. betina bernama Michael? Boleh juga sih..kenapa engga πŸ™‚ Tapi biar sama-sama Jepang diubah menjadi Maiku.

Ronin dan Maiku tumbuh subur. Sayangnya mereka tak sehat betul. Cuaca tampaknya memang sedang tak bersahabat dengan aneka makhluk. Tapi berharap semua dapat melewati segala gangguan kesehatan ini. Bertahan ya, anak-anak meong ibu.. πŸ™‚

dhenok - ronin-maiku

Iklan

10 pemikiran pada “Ronin dan Maiku

  1. Kucing-kucing kereen, Semoga selalu bersama di rumah mbak ya. Aku juga baru saja dapet nemu seekor kitty, cewek dan nampaknya blasteran kucing kampung dan angora, atau mungkin persia. Walaupun warna bulunya kurang elok (hutam-coklat gak karuan) tapi tetep sayang, usianya baru kira2 dua bulan kali-masih keciiil. Dan… walaupun kucing, aku beri nama “puppy”. Suka-suka dong ya ! Selamat ya mbak. πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s