Ema, papan doa di Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 159

Minna san tahu apa itu Ema? Bukan nama orang ya… Ema adalah sebuah papan kayu yang digunakan orang Jepang untuk menaikkan doa dan dapat dibeli di kuil-kuil yang ada di Jepang. Doa-doa dituliskan di bagian belakang Ema lalu digantungkan di kuil. Harga Ema ini berkisar antara 500 – 1000 yen atau sekitar 50.000 – 100.000 rupiah.
jlmc - emaPada zaman dahulu, orang Jepang menyumbangkan kuda kepada kuil lokal untuk meminta keberuntungan kepada Dewa Shinto. Pada zaman itu sumbangan kuda merupakan sumber pendapatan penting bagi banyak kuil di Jepang. Seiring berkembangnya zaman, kuda tak lagi menjadi popular. Muncul tradisi Jepang baru, orang-orang mulai menggunakan kayu yang diukir dengan gambar kuda. Seiring berjalannya waktu, kuil-kuil berinovasi dengan gambar-gambar yang diukir pada plakat kayu untuk menarik minat rakyat Jepang. Plakat kayu tersebut dirancang agar menjadi ringan dan terjangkau. Pada saat itulah Ema mulai dikenal.

Di Jepang, masing-masing kuil didedikasikan untuk seorang Dewa Shinto (Kami). Pengunjung menuliskan permohonan-permohonan mereka kepada Kami. Ema yang sudah ditulisi lantas digantung pada tempat yang disediakan. Ketika sudah terkumpul banyak Ema akan dibakar.

Saat ini Ema sudah sangat berkembang. Ema bergambar manga sudah banyak dijajakan di pinggiran kuil-kuil. Pengunjung bisa memilih Ema favorit lalu memanjatkan doa.

sumber: japan-talk

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! JLMC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s