Haruki Murakami, sang penulis Norwegian Wood

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 161

Bagi sebagian orang karyanya terbilang rumit. Tapi buat penyuka buku-buku yang ‘dalam’, kompleks, unik, atau tak biasa, karya Haruki Murakami cukup disukai.
jlmc - haruki murakamiHaruki Murakami, salah satu penulis kenamaan Jepang yang karyanya disebut sebagai ‘menyimpang dari arus utama Jun-bungaku (sastra serius, konvensional)’. Melalui karya-karya Murakami ini, Jepang dikatakan telah memasuki generasi baru (shin-Jinrui). Murakami menulis dengan gaya baru prosa Jepang yang menggabungkan diksi khas Amerika dan tema tradisional jun-bungaku seperti cinta, kematian, dan diri sendiri. Murakami dianggap mempertemukan tradisi sastra Timur dan Barat.

Murakami lahir 12 Januari 1949 di Kyoto. Ayahnya adalah seorang pemimpin agama Buddha, dan ibunya putri seorang pedagang Osaka. Kedua orang tuanya mempunyai pengetahuan yang baik akan sastra Jepang. Namun mereka juga mengenalkan Murakami muda pada dunia Barat, khususnya musik dan sastra. Ia gemar membaca berbagai karya penulis Amerika, seperti Kurt Vonnegut dan Richard Brautigan. Pengaruh Barat inilah tampaknya yang cukup membedakan Murakami dari penulis Jepang lainnya.

Murakami mulai menulis fiksi pada usia 29 tahun. Karya pertamanya, novel bertajuk ‘Hear the Wind Sing’ dipublikasikan tahun 1979. Ia kemudian mengirimkan novel tersebut ke sebuah kontes sastra dan memenangkan hadiah pertama. Sukses dengan dengan novel pertamanya, Murakami mulai terus menulis. Karya-karya berikutnya adalah Pinball (1973), A Sheep Chase Liar (1982), Hard-Boiled Wonderland and the End of the World (1985). Pengakuan lebih besar didapat Murakami saat meluncurkan Norwegian Wood (ノルウェイの森, Noruwei no mori), sebuah novel yang bercerita tentang kehilangan dan seksualitas. Buku yang mengambil judul lagu The Beatles ini meledak, terjual jutaan copy ke seantero Jepang.

Pengakuan akan kualitas karya penulis yang juga mantan atlet lari maraton tersebut juga datang dari khalayak internasional. Pada tahun 2006, Murkami menerima penghargaan Franz Kafka Prize dari Republik Ceska untuk novelnya ‘Umibe no Kafuka’. Setahu berikutnya ia menerima dua gelar doktor kehormatan, yakni dari University of Liège dan Princeton University pada Juni 2008. Pada tahun yang sama Murakami juga dianugerahi ‘Kiriyama Prize for Fiction’ untuk koleksi cerita pendek Blind Willow, Sleeping Woman. Terakhir, pada Januari 2009 Murakami menerima ‘The Jerusalem Prize’, sebuah penghargaan sastra dua tahunan yang diberikan kepada penulis yang karyanya berkaitan dengan tema kebebasan manusia, masyarakat, politik, dan pemerintah.

berbagai sumber

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! JLMC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s