Kabuki, teater tradisional Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 175

Menyebut istilahnya kita seringkali dibuat langsung membayangkan para penampilnya yang berdandan mencolok dengan pakaian mewah. Yup, Kabuki!
jlmc - kabukiKabuki adalah seni teater klasik Jepang yang muncul sejak awal tahun 1600an. Seni teater Kabuki diciptakan oleh seorang wanita dari kuil bernama Okuni dan dipertunjukkan di atas sungai yang kering di ibukota Kyoto pada masa lalu. Dengan segera Kabuki berkembang pesat bahkan terbentuk banyak perkumpulan Kabuki. Namun pada awalnya Kabuki tak sama dengan yang kita ketahui sekarang. Kabuki masa itu sepenuhnya diisi penari perempuan. Melihat adanya pergeseran dari sekedar tontonan menjadi kehidupan luar panggung yang mengarah pada pelacuran, pemerintahan Kyoto akhirnya memutuskan untuk melarang perempuan untuk naik panggung. Sejak saat itu Kabuki secara keseluruhan diperankan oleh laki-laki. Perkembangan selanjutnya adalah munculnya profesi baru yakni onnagata, atau aktor laki-laki yang memerankan perempuan.

Memasuki abad 18, pamor Kabuki meredup tersaingi drama Bunraku yang berkembang pesat. Mereka lantas mengadaptasi pertunjukkan Bunraku ke dalam pertunjukkan untuk menarik minat penonton. Faktor lain yang mempengaruhi Kabuki adalah kepindahan pusat kebudayaan dari Kyoto dan Osaka pindah ke Edo, di mana karakter perempuan Edo lebih kuat dibandingkan dengan Kyoto. Dari sini peran onnagata juga mengalami perubahan, dari yang awalnya lemah lembut menjadi kuat dan tegar.

Perubahan yang lebih signifikan terjadi pasca Jepang membuka diri terhadap dunia barat. Pada masa ini banyak peraturan pemerintah yang menekan Kabuki dihapus. Namun Kabuki terus bertahan dan berusaha beradaptasi dengan dunia yang telah berubah. Terlebih setelah masa perang dunia II, kehilangan banyak aktornya dalam perang. Selain itu, seni Kabuki berhadapan dengan saingan terbesarnya dalam industri hiburan, yakni film dan televisi. Meski demikian, hingga kini Kabuki tetap menjadi salah satu bentuk seni teater yang masih dapat kita nikmati.

berbagai sumber

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! JLMC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s