Kurumie, hiasan dinding tiga dimensi dari Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 182

Kerajinan tangan asal Jepang yang satu ini memang belum terlalu familiar. Di Indonesia sendiri memang baru diperkenalkan secara publik pada tahun lalu, dalam pameran yang digelar Japan Foundation. Namun komunitas penggemarnya sudah mulai bermunculan.
jlmc - kurumieKurumie sendiri sudah menjadi bagian budaya Jepang sejak zaman Edo, yakni sekitar tahun 1600-an. Di Jepang, Kurumie dibuat menggunakan kertas washi. Di Indonesia, kertas washi bisa diganti dengan beragam kertas lain, bahkan banyak yang menggantinya dengan kain perca batik sebagai bentuk inovasi perpaduan budaya Jepang-Indonesia. Tidak diketahui secara pasti kapan kerajinan tangan ini mulai masuk Indonesia. Diperkirakan sekitar tahun 2008-2009, tanpa disebutkan nama asli kerajinan tersebut.

Di Indonesia, selain menjadi bagian dari hobi, Kurumie juga dimanfaatkan sebagai alat peraga pendidikan. Melalui karya tiga dimensi lipatan kertas dan kain ini, sosok-sosok yang biasanya hadir dalam wujud orang Jepang, diganti dengan sosok orang Indonesia yang berpakaian adat Nusantara.

sumber: femalekompas

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! JLMC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s