Sekolah Jepang tak menerapkan UN

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 181

Anak-anak sekolah di tanah air beberapa waktu terakhir mengikuti ujian nasional secara berggilir, dari tingkat menengah atas, pertama, dan akan segera tingkat sekolah dasar. Bagaimana dengan di Jepang? Apakah anak-anak sekolah juga mengikuti ujian semacam itu?

Jawabannya tidak ada. Tidak ada ujian nasional di Jepang. Kecuali tahun 2011, yang menjadi pengecualian. Peristiwa gempa bumi dan tsunami yang terjadi tanggal 11 Maret 2011 di Tohoku (Fukushima, Miyagi dan sekitarnya) membuat banyak murid sekolah kehilangan sekolahnya. Pendidikan mereka pun agak telantar. Sebagai pengganti pemerintah mengadakan ujian nasional. Itu adalah yang pertama setelah 42 tahun tak ada UN di Jepang. Targetnya pun terbatas hanya untuk kelas enam dan kelas 3 SMP.
jlmc - sekolah di jepangPendidikan Jepang sejajar dimana pun di Jepang. Kurikulum dijaga dengan sangat ketat oleh Kementerian Pendidikan Sains dan Teknologi Jepang (MEXT) sehingga tak diperlukan adanya ujian nasional. Pedoman Kurikulum Pendidikan (PKP) yang disebut gakushuu shido youryou sudah ada dan semua sekolah harus mengacu kepada hal tersebut yang sudah ditentukan MEXT atau Monbusho. PKP itu wajib diikuti oleh semua sekolah, baik SD, SMP, SMA, dan sekolah Kejuruan di Jepang, yang memuat isi pendidikan dan detil pengajaran setiap mata pelajaran. Untuk kyoukasho atau buku pelajaran di Jepang dibagikan gratis oleh pemerintah Jepang dengan berbagai perbaikan. Kalau dulu sejarah hitam Jepang dengan penjajahannya tidak dimunculkan, kini sejarah Jepang sudah berisi apa adanya, menuliskan sesuai sejarah di masa lalu.

Pendidikan di Jepang sampai dengan SMP umumnya mendapat subsidi uang dari pemerintah sehingga pelajar dapat belajar gratis. Uang biasanya ditransfer ke rekening orangtuanya, dengan catatan: untuk keperluan anak, baik uang sekolah, beli makanan, transportasi sekolah, dan sebagainya. Sedangkan untuk tingkat SMA tak semua sekolah memberikan subsidi kepada muridnya, dan lebih kepada kebijaksanaan sekolah masing-masing.

*dari catatan Richard Susilo di TribunNews*

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s