Imo-yōkan, sejarah dan cara membuatnya

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 188

Yōkan sebetulnya adalah makanan dari Cina berupa sup kambing. Makanan ini dibawa ke Jepang sekitar abad ke-13 atau 14. Namun karena ada larangan makan daging bagi biksu Budha, maka dimasukkanlah bahan lain ke dalam sup itu, seperti misalnya pangsit rebus yang dibuat dari kacang merah, beras dan tepung.

Dalam perkembangannya, pangsit rebus tanpa sup disajikan sebagai cemilan manis bersamaan dengan menyebarnya upacara minum teh sekitar abad ke-15 dan 16. Seabad kemudian ada pencampurana bahan agar dan gelatin. Caranya dengan merebus gula dan agar lalu dicampur dengan biji-biji kacang merah yang telah dilumatkan. Campuran ini kemudian dicetak menggunakan cetakan kayu menjadi bentuk kotak atau balok. Inilah yang kemudian disebut sebagai yōkan yang populer saat ini. Namun karena gula dan biji kacang merah harganya mahal dan tak terjangkau kebanyakan orang, sekitar tahun 1900an sebuah toko cemilan di Tokyo berkreasi dengan membuat jenis yōkan menggunakan ubi manis yang murah dan disebut imo yōkan. Kreasi lain menyusul kemudian, misalnya yōkan yang dibuat dari produk lokal seperti dari buah berangan, kesemek, dan apel.

Mari kita coba membuat Imo-yōkan (kue ubi manis) ^_^

jlmc - imoyokanBahan-bahan (untuk 4 porsi)
200 g ubi manis
40 g gula
1/6 sdt garam
2 sdm tepung

Cara memasak:
1. Cuci ubi manis dan iris menjadi bulatan-bulatan setebal 2 cm, rendam dalam air dingin sekitar 10 menit, lalu tiriskan dengan saringan.
2. Masukkan potongan ubi manis dalam panci yang berisi cukup air untuk merendam ubinya, lalu rebus dengan api sedang. Setelah mendidih, kecilkan api dan lanjutkan merebus sekitar 15-16 menit hingga lunak (saat pinggirannya mulai mengelupas)
3. Tiriskan dengan saringan. Tumbuk ubi manis dengan sendok kayu dan saring dengan halus. Lakukan selagi ubi masih hangat.
4. Campurkan gula, garam, dan tepung. Lebarkan adonan dengan tebal 2 cm di atas pembungkus plastik. Tutupi adonan dengan bungkus plastik dan bentuk menjadi balok atau kotak dengan panjang sekitar 10 cm, lebar 5-6 cm dan tebal 2 cm.
5. Kukus adonan yang telah terbungkus dengan menggunakan alat pengukus yang ada tutupnya dengan api sedang selama sekitar 15 menit.
6. Keluarkan dari alat pengukus dan biarkan dingin di permukaan yang rata.
Buka plastik pembungkus. Untuk menyajikan, potong menjadi potongan setebal sekitar 2 cm.

sumber: NHK

 

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! JLMC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s