Binatang khas Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 190

Tiap negara memiliki binatang khas. Demikian halnya di Jepang. Beberapa di antaranya dikenal pula di wilayah lain, atau dari jenis yang sama. Sebagian lagi tercatat sebagai binatang langka.

jlmc - binatang khas jepang1. The Japanese Macaque atau kera/monyet Jepang. Monyet yang termasuk spesies monyet asli Jepang ini juga memiliki julukan ”Snow Monkey” karena dapat hidup di daerah bersalju. Uniknya, monyet ini memiliki kebiasaan mandi bareng di sumber air panas sambil bermain bola salju.

2. Northern Pika. Binatang mungil ini merupakan sumber inspirasi tokoh Pikachu dalam anime Pokemon. Northern Pika merupakan spesies dari Pika, wujudnya menyerupai tikus. Pika tinggal di daerah pegunungan. Saat ini populasi Northern Pika masih dianggap stabil, dan belum terancam punah.

3. Sidat Jepang. Binatang ini sejenis sidat dari familia Anguillidae yang dapat ditemui di Jepang, Korea, Vietnam, Laut Cina Timur, dan Filipina utara. Seperti sidat-sidat lainnya, sidat Jepang adalah ikan katadromus, menghabiskan sebagian hidupnya di air tawar dan air laut. Sidat Jepang diketahui memiliki sisik terkecil di dunia. Dalam bahasa Jepang sidat ini
biasa disebut Unagi.

4. Bajing atau tupai Jepang. Binatang ini masuk spesies endemik di Jepang. Bajing Jepang tersebar di Pulau Honshū, Shikoku, dan Kyūshū. Baru-baru ini, populasinya di Honshu bagian barat daya dan Shikoku menurun. Yang di Kyushu bahkan sudah lenyap. Salah satu penyebab punahnya spesies ini adalah pembalakan liar yang dilakukan manusia.

5. Kucing Iriomote. Kucing ini merupakan subspesies kucing kuwuk yang endemik di Pulau Iriomote, Jepang. Pulau ini merupakan habitat terkecil dari semua jenis kucing liar di dunia. Kucing iriomote masuk ke dalam kategori kritis oleh IUCN sejak tahun 2008, karena populasinya berjumlah kurang dari yang pertama terdata 250 ekor dan terus mengalami penurunan. Semua individu kucing ini hanya berada dalam satu subpopulasi. Pada tahun 2007, diperkirakan hanya ada 100–109 individu yang tersisa.

6. Ibis Jepang. Burung ini telah punah dari sebagian besar habitat aslinya. Hingga abad ke-19, Ibis Jepang dapat ditemukan di berbagai tempat di Asia Timur, namun populasinya menyusut drastis pada awal abad ke-20. Populasi
dalam program konservasi (data September 2009), di RRC tercatat sekitar 600 ekor, Jepang 112 ekor, dan Korea Selatan 2 ekor. Ibis Jepang mempunyai nama Nipponia nippon. Burung ini sering dipakai sebagai simbol Jepang, meski bukan burung nasional Jepang.

7. Tsuchinoko. Binatang ini banyak diceritakan ada di Jepang. Namun sejauh ini belum ada pembuktiannya. Bentuknya seperti ular namun berperut gendut mirip botol dengan ekor yang kecil mirip ekor tikus. Tsuchiniko dilaporkan pernah dilihat oleh saksi mata di berbagai tempat di Jepang, kecuali di Hokkaido dan Kepulauan Ryukyu. Hingga kini, tsuchinoko belum pernah berhasil ditangkap orang karena saksi mata menjadi takut, atau binatang ini lebih dulu melarikan diri. Di daerah Kanto, penduduk menyebutnya sebagai bachihebi. Beberapa pemerintah daerah di Jepang menawarkan hadiah uang dalam jumlah besar bagi orang yang berhasil menangkap tsuchinoko. Misalnya hadiah uang sebesar 100 juta yen pernah ditawarkan kota Itoigawa, Niigata.

sumber: kaskus

 

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! JLMC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s