Takako Doi, perempuan pertama pemimpin partai Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 192

Ia merupakan perempuan pertama yang memimpin partai politik dalam sejarah Jepang. Namanya berkibar pada dekade 80-90an. Dialah Takako Doi (土井 たか子).
jlmc - takako doiDoi lahir Prefektur Hyōgo, 30 November 30 1928. Ia menyelesaikan studi hukum di Doshisha University dan mulai berkarir di bidang politik. Pada tahun 1969 Doi terpilih menjadi anggota Diet (Parlemen) dari Partai Sosialis Jepang (PSJ), mewakili distrik 2 Hyogo. Limabelas tahun kemudian Takako Doi menjadi Wakil Menteri dari PSJ. Tahun 1986 ia dipilih memimpin partai sebagai ketua Divisi Kebijakan Sentral PSJ. Ia telah mencatatkan diri sebagai perempuan pertama yang menjadi pemimpin partai dalam sejarah Jepang.

Doi sempat kehilangan dukungan saat ia menyampaikan komentar di publik terkait peristiwa penculikan sejumlah warga Jepang oleh Korea Utara.  Dalam pernyataannya ia menyebut kalimat “melupakan saja semuanya” kepada keluarga warga yang diculik. Sebelumnya Doi juga pernah membuat pernyataan di Pyongyang berkaitan dengan pesta ulang tahun Kim Il Sung: “Kami, anggota-anggota PSJ menghormati sukses gemilang Republik Demokratis Rakyat Korea di bawah pemimpin besar Kim Il Sung.”

Pada 10 tahun pertama karir politiknya, Doi terbilang tak punya peranan menonjol. Namun pada tahun 1980 ia tampil mengesankan karena bersikap sangat kritis terhadap perlakuan pemerintah Jepang yang tidak seimbang terhadap kaum perempuan, khususnya menyangkut gelar ekonomi keluarga yang hanya diberikan kepada perempuan dan UU pendaftaran keluarga yang didominasi oleh laki-laki saja. Ia menekan Diet untuk menandatangani Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan pada 1985.

Tindakan utamanya sebagai pemimpin partai adalah mengubah nama PSJ menjadi Partai Sosial Demokrat (PSD) pada 1996. Doi membuat partainya lebih moderat dengan menambahkan nama “Demokrat” kepada ciri “Sosialisme” partainya. Katanya, ia ingin mementuk partai yang lebih moderat dan melibatkan lebih banyak perempuan ke dalam politik. Tujuan yang terakhir ternyata lebih diprioritaskan, dan Doi secara pribadi bertanggung jawab dalam merekrut tokoh-tokoh radikal seperti Kiyomi Tsujimoto ke dalam partainya.

Takako Doi kehilangan kursinya dalam pemilu distrik pada tahun 2003, namun berhasil mempertahankan kedudukannya di Diet melalui sistem perwakilan proporsional. Ia benar-benar kehilangan kursinya pada pemilu 11 September 2005.

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! JLMC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s