Joe Hisaishi, Quincy Jones-nya Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 197

Joe Hisaishi bukanlah namanya yang sesungguhnya. Awal tahun 80-an ia terinpsirasi dengan nama musisi dan produser Afro-Amerika, Quincy Jones. Jika ditranskripsikan dalam Bahasa Jepang, ‘Quincy Jones’ menjadi ‘Joe Hisaishi’. Kata ‘Quincy’ dalam bahasa Jepang diucapkan ‘Kuishi’ dan dapat ditulis menggunakan kanji yang sama dengan ‘Hisaishi’. Sedangkan ‘Joe berasal dari ‘Jones’.
jlmc - hisaishiHisaishi lahir pada tanggal 6 Desember 1950 di Nagano, Jepang, dengan nama Mamoru Fujisawa. Ia belajar biola sejak usia 5 tahun. Sejak itu pula ia telah menemukan jiwa dan semangatnya dalam musik. Untuk mendukung kemampuan bermusiknya, ia masuk ke  Kunitachi College of Music. Sukses pertama ia dapatkan saat ia mengkomposisikan musik untuk sebuah film animasi pendek bernama Gyatoruzu pada tahun 1974. Pada masa itu Hisaishi juga mulai mengembangkan ide bermusik, dari yang awalnya minimalis menuju ke karya orkestra. Pertunjukan publik pertamanya dilakukan tahun 1975, yang membuat namanya mulai tersebar di masyarakat.

Hisaishi merilis album pertamanya ‘MKWAJU’ pada tahun 1981. Pasca peluncuran album inilah ia mulai menyebut dirinya sebagai ‘Joe Hisaishi’. Tahun 1983, dengan nama barunya tersebut, Hisaishi direkomendasikan oleh sebuah perusahaan rekaman untuk membuat album untuk Nausicaä of the Valley of the Wind. Adalah seorang sutradara film animasi, Hayao Miyazaki, yang kemudian memiliki peran penting dalam proyek masa depan Hisaishi yakni berkiprah di dunia film. Hisaishi meraih sukses luar biasa sebagai komposer film. Beberapa karya Hisaishi adalah ‘Birth (Bâsu)’ (1984), ‘Arion’ (1986), ‘Totoro’ (1988), ‘Venus Wars’ (1989), ‘Kiki’s Delivery Service’ (1989),  Porco Rosso (1992), dan ‘Laputa: Castle in the Sky’ (1996). Hisaishi juga mengkomposisikan beberapa hits TV seperti Sasuga no Sarutobi, Two Down Full Base dan  anime, Tekuno porisu 21C (all 1982), Sasrygar (1983), Futari Taka (1984), Honō no Alpen Rose (1985) dan Ozu no mahôtsukai (1986). Ia juga mengkomposisikan seri petualangan sci-fi Mospeada (1983), yang kemudian dibuat ulang (tanpa musiknya) menjadi bagian ketiga dari kompilasi Carl Macek, Robotech.

Saat makin bersinar di industri anime, Hisaishi pun memulai karir solo dengan memproduksi musik dan membuat label sendiri (Wonder Land Inc). Setahun kemudian ia merilis album pertamanya ‘Pretender’, di New York. Album-album lain bermunculan pada tahun-tahun berikutnya. Tak tanggung-tanggung ia pun terjun sebagai sutradara. Debut pertamanya, ‘Quartet’ dimana ia menulis musik dan skripnya. Film tersebut mendapat ulasan yang baik di Montreal Film Festival. Sedangkan soundtrack film asing pertamanya, ‘Le Petit Pourcet’  juga dirilis di tahun yang sama.

Joe Hisaishi masih terus berkarya. Ia, komposer, konduktor, dan arranger yang tercatat telah menggubah lebih dari 100 sountrack film dan album solo sejak tahun 1981.

sumber: bananamusik

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! JLMC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s