Seiko Matsuda, sang idola Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 201

Ia idola Jepang dekade 80-an. Seiko Matsuda. Lahir pada 10 Maret 1962 di Kurume, Prefektur Fukuoka. Nama aslinya, Noriko Kamachi. Ayahnya bekerja di Kementerian Kesejahteraan Sosial. Kedua orangtuanya, pada awalnya tak memberikan dukungan. Namun kemudian karir bermusiknya melesat tak terbendung.
jlmc - seiko matsuda
Saat masih duduk di kelas 1 SMA (1978), Noriko mengikuti kontes Miss Seventeen untuk kawasan Kyushu yang diselenggarakan CBS Sony. Inilah yang menjadi awal mula dia nyemplung ke industri hiburan. Panitia mengirimkan rekaman suaranya dan Noriko memenangi gelar Miss Seventeen Kyushu. Sayangnya sang orang tua tak mendukung langkah Noriko ke kancah nasional. Baru ketika sudah kelas 3 SMA, Noriko mendapatkan keleluasaan. Ia bergabung dengan agensi Sun Music Production. Debut sebagai penyanyi mengharuskannya pindah ke Tokyo, termasuk untuk menyelesaikan sekolah menengah atasnya. Sebelum memulai karier sebagai penyanyi, Noriko tampil dalam serial drama televisi NTV berjudul Odaiji ni. Dalam drama tersebut, Noriko memainkan peran bernama “Matsuda Seiko”. Nama yang kemudian dipakainya sebagai nama panggung hingga sekarang.

Selain suara yang memang ‘menjual’, Noriko juga diuntungkan oleh pengunduran diri penyanyi idol era 1970-an, Momoe Yamaguchi pasca pernikahannya. Lagu-lagu yang dirilisnya secara berturut-turut menjadi hit. Lagu Seiko bertajuk “Kaze wa Aki Iro” merupakan lagu pertama dari 24 lagunya Seiko Matsuda, yang secara berturut-turut menempati urutan nomor pertama tangga singel Oricon. Rekor tersebut bertahan selama dua dekade hingga sekarang. Seiko juga sempat menjadi penyanyi wanita dengan jumlah singel terbanyak yang pernah menduduki puncak tangga Oricon (25 buah singel). Rekor itu baru terpecahkan oleh Ayumi Hamasaki pada tahun 2006.

Seiko pernah mencoba menembus pasar musik dunia dengan lagu-lagu berbahasa Inggris yang dikemas dalam album Seiko (1990). Album tersebut menghasilkan lagu hit “The Right Combination” yang dibawakannya berduet dengan Donnie Wahlberg, salah seorang personil New Kids on the Block. Masa itu ia tinggal di New York City untuk melakukan pentas keliling mempromosikan album di Amerika Serikat.

Seiko Matsuda menjadi sebuah fenomena idola Jepang yang pengaruhnya terasa hingga saat ini. Sepanjang tahun 1980-an, potongan rambut Seiko menjadi tren dengan istilah Seiko-chan Cut. Gaya hidup dan gaya busana Seiko Matsuda menjadi acuan wanita Jepang. Karakter Seiko Matsuda kemudian dimunculkan dengan sebuah istilah baru “Burikko”. Selain menyanyi, Seiko juga terjun ke dunia peran. Pada tahun 2007, NHK menayangkan film dokumenter tentang sosok idola Jepang ini dalam tayangan berjudul Matsuda Seiko -Josei no Jidai no Monogatari (Matsuda Seiko, Hikayat Era Wanita).

sumber: wiki

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! JLMC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s