Puasa di Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 208

jlmc - masjid-jami-di-yoyogi-tokyo-jepang

Masjid Jami di Yoyogi, Tokyo

Hari-hari ini Jepang mengalami siang yang panjang. Tentunya menjadi saat yang berat bagi umat muslim di Jepang. Bagaimana tidak, saat makan sahur di Jepang adalah pukul 02.30 dan waktu berbuka puasa sekitar sekitar pukul 19.05.

Danjiki atau puasa di Jepang dengan durasi waktu yang lama sudah biasa dijalani oleh masyarakat muslim Jepang. Selain durasi yang lebih panjang, banyak tantangan lain tentunya yang dialami karena berada di negeri dengan masyarakat yang sebagian besarnya penganut Sinto. Jika di Indonesia penanda waktu bisa mendengarkan seruan adzan magrib dari masjid atau dari radio dan televisi, di Jepang orang biasanya melakukan pengaturan di ponselnya masing-masing, baik saat sholat maupun berbuka puasa. Demikian juga saat malam tiba. Pelaksanaan sholat tarawih di berbagai tempat di Tokyo, baik masjid maupun aula, tidak menggunakan pengeras suara sehingga suara tak terdengar keluar. Pengeras suara hanya diperdengarkan di dalam ruangan saja.

Selama bulan Ramadhan ini juga dilakukan beberapa perubahan jadwal di Kedutaan Besar Indonesia di Tokyo. Di kantor ini setiap hari dilakukan sholat bersama sekitar pukul 11.00 lalu istirahat hingga pukul 14.00 waktu Tokyo. Kantor baru buka kembali pukul 14.00. Hal ini sudah bisa diterima oleh para pengguna jasa, misalnya dalam pengurusan visa di kantor imigrasi.

sumber: tribun news

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! JLMC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s