Bingkisan pasmina untuk Ibu Meong

Sebuah bingkisan buatku, berisi pasmina. Dengan tambahan pesan di wa: “aku belajar banyak dari mbak soal memaafkan. aku salut dengan kesabaranmu.”

pasmina bu daniAntara terharu dan tak percaya mendapati apresiasi itu ditujukan padaku. Tapi ah, semoga benar adanya. Semoga aku memang telah cukup mampu keluar dari diriku di masa lalu. Aku yang murung, marah, gelisah, sakit hati, dendam, karena berbagai peristiwa tak menyenangkan yang kualami sedari masa kanak. Aku yang lalu membangun kubah hidup. Rapat. Menutup diri dari dunia luar. Lalu mengalami perjumpaan dengan kawan-kawan yang cukup bijak. Masih berjumpa kembali dengan luka-luka yang lain. Jatuh lagi. Bangkit lagi. Toh kenyataannya hidup memang perjuangan tanpa henti. Sebuah keniscayaan yang hanya bisa dijalani tanpa perlu bertanya kenapa. Berjuang atau berhenti lalu mati. Dan pada akhirnya yang ada hanyalah perjalanan mempelajari dan menikmati kehidupan. Meramu segala sesuatu sebagai seni menjalani hidup.

Ah, aku bernostalgia. Terimakasih, Dani sensei. Pengunduran dirinya belum approved. Tapi setidaknya pasmina selamat jalan ini bisa cukup menghangatkanku. Arigatou gozaimashita!

Iklan

Satu pemikiran pada “Bingkisan pasmina untuk Ibu Meong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s