Teru teru bōzu, boneka pencegah hujan

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 217

Tak hanya di Indonesia, di Jepang pun rupanya ada tradisi untuk menjadikan benda tertentu sebagai penangkal hujan. Mereka menyebutnya Teru teru bōzu.

jlmc - teruterubozu

Teru teru bōzu (てるてる坊主) adalah boneka tradisional buatan tangan yang terbuat dari kertas atau kain putih. Para petani Jepang menggantung boneka tersebut di luar jendela mereka dengan benang. Boneka jimat ini dipercaya memiliki kekuatan magis membuat cuaca menjadi baik dan untuk menghentikan
atau mencegah hujan. ”Teru” adalah kata kerja dalam bahasa Jepang yang menjelaskan bercahaya, atau baik (cuaca) dan “bōzu” adalah Buddha rahib, atau jika dalam slang artinya “gundul.”

Boneka Teru teru bōzu populer selama periode Edo. Anak-anak membuat teru-teru-bōzu dari kertas tisu atau kapas dan benang/senar dan menggantungkan boneka ini di jendela karena ingin cuaca yang cerah. Biasanya mereka melakukan itu saat akan berlangsung hari piknik sekolah. Jika boneka tergantung terbalik, sengaja atau tidak, maka kerjanya seperti doa untuk hujan.

Anak-anak Jepang juga sering membuat boneka ini sambil menyanyikan Warabe Uta (lagu anak-anak) yang terkenal, atau Japan nursery rhyme, terkait dengan boneka penangkal hujan ini:
(dalam terjemahan Bahasa Indonesia)
Teru-teru-bozu, teru bozu
buat besok hari yang cerah
Seperti langit dalam mimpi
jika cuacanya cerah saya akan memberikan Anda bel emas
Teru-teru-bozu, teru bozu
buat besok hari yang cerah
Jika Anda ingin membuatnya menjadi kenyataan
Kami akan banyak minum sake manis
Teru-teru-bozu, teru bozu
buat besok hari yang cerah
Tetapi jika mendung dan Anda menangis (hujan)
Lalu aku akan memotong putus kepalamu.

Lagu yang ditulis oleh Kyoson Asahara dan disusun oleh Shinpei Nakayama ini dirilis pada 1921. Seperti banyak sajak kanak-kanak, lagu ini dikabarkan memiliki sejarah yang lebih gelap daripada yang pertama kali muncul. Konon kisahnya berangkat dari biara, tempat seorang biksu yang berjanji kepada petani untuk menghentikan hujan dan membawa cuaca cerah selama periode
berkepanjangan hujan yang merusak tanaman. Namun matahari tak kunjung datang. Sang biksu dianggap gagal dan dihukum mati. Tapi masih banyak yang percaya pada cerita lain, yang menyebutkan asal-usul Teru Teru bozu mungkin berasal dari tradisi lama yang kemungkinan besar dalam upaya untuk memperbaiki citra boneka.

sumber: j-cul

 

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! JLMC

Iklan

3 pemikiran pada “Teru teru bōzu, boneka pencegah hujan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s