Hisaichi Terauchi, sang Marsekal Jepang di Indonesia

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 219

Namanya pernah disebut-sebut pada sekitaran bulan Agustus, 69 tahun lalu. Dialah Hisaichi Terauchi, Marsekal Jepang yang menjangikan kemerdekaan bagi Indonesia. Konon, janji tersebut merupakan upaya yang dilakukannya sebagai penyelamatan terakhir kedaulatan Jepang di Asia Tenggara dan Pasifik.

jlmc - terauchiSiapakah Hisaichi Terauchi?

Ia adalah perwira senior Jepang di Perang Dunia II, putra dari Masatake Terauchi, yang juga seorang perwira tangguh dan pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang ke-18. Hisaichi Terauchi lahir pada 8 Agustus 1879. Setelah lulus dari akademi militer Jepang pada usianya yang ke-21 tahun ia langsung terlibat di Perang Russo-Japan. Karirnya berjalan lancar bahkan menanjak pesat. Tahun 1935 ia diangkat menjadi jenderal.

Enam tahun berikutnya Terauchi ditugaskan dalam misi penaklukkan Asia Selatan dan Pasifik. Dalam Perang Pasifik, Terauchi, bersama Jenderal Yamamoto Isoroku, menjadi salah satu aktor utama keberhasilan Jepang di paruh pertama perang. Ia mendirikan markas utamanya di Singapura, lalu pindah ke Manila. Saat keadaan berbalik dan sekutu di bawah Amerika Serikat mulai menguasai Pasifik dan mengincar Filipina, Terauchi pun terpaksa mundur ke Saigon. Kekalahan demi kekalahan membuatnya tertekan. Tepat saat mendengar berita lepasnya Burma dari tangan Jepang pada 10 Mei 1945, ia terserang stroke.

Dalam keadaan tertekan itulah ia mengambil langkah-langkah untuk mencoba mengakali kondisi. Salah satunya adalah dengan menjanjikan kemerdekaan pada daerah-daerah taklukan. Pada 12 Agustus 1945 ia menemui Soekarno, Hatta, dan Radjiman. Ia mengusulkan proklamasi dilakukan pada 24 Agustus 2014. Namun proses yang terjadi tak seperti yang diharapkannya.

Sebulan dari pertemuan tersebut, pasca lepasnya Indonesia dan Singapura, Jepang diwakili oleh Jenderal Itagaki Seishiro menyerah secara resmi di Singapura. Terauchi sendiri menyerah secara personal kepada Lord Mountbatten dari Inggris di Saigon pada 30 November 1945. Bersama tawanan lainnya Terauchi dibawa untuk ditahan di Malaya. Pada 12 Juni 1946, Terauchi terserang stroke untuk kedua kalinya dan meninggal dunia pada usianya yang ke-66 tahun. Jenazah Terauchi dimakamkan di Japanese Cemetery Park di Singapura.

Cerita menarik yang sempat tercatat, saat menyerah pada Lord Mountbatten, Terauchi menyerahkan senjata pusaka milik keluarganya, yakni sebuah Wakizashi, pedang pendek. Wakizashi yang dibuat leluhur keluarga Terauchi pada tahun 1431 ini hingga kini tersimpan di Windsor Castle, Inggris.

 

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! JLMC

Iklan

2 pemikiran pada “Hisaichi Terauchi, sang Marsekal Jepang di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s