A Walk To Remember, kisah tragis manis…

Setelah beberapa hari terakhir bongkar ruang buku sekaligus ruang gawe, merasa sejenak butuh menghibur diri. Itung-itung komplimen buat riweuhnya usung-usung barang. Pun untuk beranjak dari kehilangan Susi meong yang masih menyisakan bengkak di mata. Pilihannya adalah nonton film. Sekalian mencoba dvd player yang baru ikut dipindah juga. Film yang terpilih malam ini: A Walk To…

Taxi Driver: “Are You Talking To Me?”

Pernahkah mengalami ‘love without any reason’? Itulah yang kualami dengan ‘Robert De Niro’. Pada masa kanak, aku melahap habis semua buku dan majalah. Dan entah majalah dari mana -karena tidak mungkin langganan- dan aku juga lupa majalah apa saat itu. Yang pasti majalah dalam format kecil itu berisi tentang informasi dunia film dan sudah out…

SOEGIJA, film biopik yang kurang biopik

Aneh gitu ya judulnya? Ga bisa bikin judul yang lebih keren po? 😀 Tau ah! Tapi setidaknya akhirnya sudah ada hasrat nulis, setelah beberapa hari ini otak rasanya beku. Siapakah Soegija? Tak akan banyak yang menjawab ‘tahu’. Karena di bangku sekolah pun nama Soegija tidak pernah disinggung, sama sekali. Tak heran kalau nama itu tidak…

(Aku,) Hugh Jackman dan Les Miserables 2012

Masuk bulan Juni. Ada banyak hal yang tiba-tiba bersliweran di jelang pertambahan usiaku akhir bulan nanti. Seorang kawan..hmm bukan cuma seorang sebetulnya, beberapa kawan pernah menanyakan -atau persisnya mencurigai- orientasi seksualku. Ada sih yang bertanya: apa kamu mau jadi biarawati? Tapi sebagian besarnya: jangan-jangan kamu lesbi ya? Hadeuuuh hehehe.. Barangkali karena aku tak pernah terlihat…

Bel Ami, film cinta abad 19 yang gagal

Baiklah, tampaknya siang ini saatnya menulis tentang Bel Ami, film yang kutonton minggu lalu. Seperti yang kubilang sebelumnya, film ini mengecewakan. Aku tak tertarik dengan Pattinson. Aku menonton satu episode Twilight, entah yang mana. Lalu Remember Me. Pada film yang kutonton kedua ini aku mulai pesimis dengan pemeran Edward Cullen di franchise Twilight ini. Film…