Dhenok Hastuti

Panggil aku Dhenok. Kau boleh memanggilku ‘Dhe’ atau ‘Dhen’ atau “Nok’ seperti yang kawan-kawanku sering lakukan. Tapi tolong jangan panggil aku ‘Tuti’ karena itu terdengar seperti nama standar di buku pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Nama itu juga mengingatkanku pada seorang perempuan bertubuh tambun tetangga kampungku yang gemar memerahi pipinya yang putih dengan pola melingkar, terlihat kocak seperti film kartun 🙂 Tapi kau boleh memanggilku ‘Puni’. Tak banyak yang memanggilku dengan sebutan itu. Tapi itu memang namaku. Nama depan yang diberikan orang tuaku ketika saat bayi aku nyaris mati karena penyakit. Tradisi menyarankan: ganti atau tambahkan nama. Jadilah nama ‘Mumpuni’ mengawali nama yang sudah diberikan padaku sebelumnya. Tapi kurasa nama itu terlalu ‘berat’ buatku. Maka nama itu hanya kupakai untuk keperluan administrasi.

Jadi bagaimana aku menggambarkan diriku? Aku seorang yang terus berusaha mewujudkan mimpi orangtuaku: menjadi mumpuni. Tapi sesungguhnya aku hanya seorang pengkhayal yang gemar bermalas-malas di rumah bersama meongmeongmpus kesayanganku 🙂

Btw ini hanya jurnal pribadi, banyaknya waktu dan keisengan yang dimiliki seorang dhenok untuk bikin corat-coret. Jadi tak perlu ditanggapi serius..

Iklan

68 pemikiran pada “Dhenok Hastuti

  1. hello dhenok,
    tiba-tiba kuingat pernah mengenalmu, dan kucari …. ketemu!
    tahun 1997, saat pelatihan anu dengan instruktur thomas rump di bandung (aku dapet pin camarmu)
    katamu… (balik) ke trenggalek aku tak mau
    tapi (mungkin) tidak di bandung

    kalo aku tetep aja di tulungagung.

    • halo, mas.. pakabar? kita pernah begadangan di teras hotel sepuluh ya.. hehe tak terasa sdh 14 tahun silam. ternyata aku pernah muda 🙂
      tampaknya mas rifai masih bkarya di radio ya? selamat berkarya ya..

  2. Mungkinkah kau Dhenok yang kukenal dulu?…..yang terlahir pada 26 Juni?. Membaca tulisanmu seperti membaca sebuah surat cinta…..Salam dari Trenggalek.

      • Aku temenmu waktu kecil, nggak kecil banget sih.. tepatnya waktu SMP aku sering diajak temenku “apel” ke rumahmu. Kadang aku merasa diperalat juga tapi ngga apa…demi teman aku ngga keberatan. Katanya kalo Dia ke rumahmu sendirian pasti yang nemuin Bapakmu, apalagi nemuinnya sambil mambaca koran sampai wajahnya nggak keliatan, pokoknya “ngeri” deh katanya.
        Skrang aku menetap di kampung, meninggalkan liarnya dunia perantauan mencoba mengadu nasib di kampung halaman, selain itu kesehatan juga agak kurang menentu.
        Oh ya…ada yang spesial lho antara aku dan kamu,setidaknya buat aku, karena aku lahir pada tanggal dan bulan yang sama denganmu, bedanya aku lebih muda setahun daripada dirimu so… seharusnya aku manggil situ Mbak Dhenok
        Oh ya sdh pnya anak berapa skrng? kalo aku baru satu, maklum agak lambat.

  3. Haiiiiiii………Dhen……….sa’at 5 th sampai 12 th umur kita….aku merasa menjadi teman dekatmu…..Kini seiring bertambah banyak usia kita…aku merasa jauh…..banyak sekali sahabat dan teman yang hadir dalam kehidupan kita selama bertahun-tahun. Dhen…. yang masih aku ingat kita pernah mo berkelahi di sungai krapyak dan jadi spionase … melompat-lompat pagar kantor polisi …..gara-gara tugas dari P. Zakat (alm) untuk bikin tempat sampah
    Heee….lucu…ya….oh ya aku mesti menyempatkan waktu sore hari untuk belajar bersama denganmu……….alhamdulillah …sekarang ada Internet ya…..yang pengen aku ucapkan “berikan sepucuk ruang di hatimu untuk mengenang sahabat-sahabat masa kecilmu”

    • hai hai.. lagi2 ada kawan masa kecilku! selamat bertemu di dunia maya. kurasa trakhir kita ketemu sudah lebih dari 20 taun ya? kita berteman baik ya waktu kecil, sampai dengan smp. tapi waktu menghadirkan peristiwa yang berbeda. tidak lantas peristiwa yang sebelumnya terlindas begitu saja, tapi kesegeraan dan kekinian yang mengharuskan kita tidak banyak menengok ke belakang.
      jadi, tentu saja aku masih ingat semuanya. masih ingat tiap musim mangga berkeliaran ke seantero rumah kawan2 yang punya mangga hehehe.. mau dieja satu2 temen sd? kurasa aku masih ingat dengan baik 🙂 karena kalian sudah memberi warna pada masa beliaku..

  4. Hallo, Dhenok,

    Blog kamu menarik! Saya senang membaca tulisan kamu. Kamu sangat berbakat menulis. Saya kira waktu luang yang kamu luangkan telah berhasil mencerminkan begitu banyak kejujuran tentang dirimu. Lanjutkan menulis yah! Keep penning, keep inspiring! 🙂

    Saya yakin ada begitu banyak orang lain yang juga tertarik membaca serinai indah tautan hati dan bahasa jiwamu..

    Salam hangat,

    Subhan Zein

  5. hi…
    aku lg nyari2 pertapaan, trus ktemu blogmu
    jd ada yg mo ditanyain, kalo no. telp yg bisa di hub.i dr pertapaan St. Maria Rawaseneng ada?
    oia … di pertapaan itu bisa ‘live in’ ya? utk awam sampe brp lama?
    pm aku di imel ya…thanx a lot.

  6. Hi Dhen,

    Nama sy Aji.
    Saya sering miris melihat banyak anak kucing di jalanan yg dibuang orang dalam keadaan kurus kering, kelaparan, kehausan. kasihan……………….

    tapi tak mungkin rasanya saya mengadopsi mereka lagi. karena dirumah sudah ada 5 kucing dan 2 anjing hasil adopsi. Mengurus mereka saja sudah menghabiskan waktuku.

    Pertanyaan saya:
    1. Ingin steril ke 5 kucing itu dg biaya murah di mana ya? (kalau bisa gratis lebih baik).
    2. Adakah perkumpulan / organisasi yg bersedia menerima kucing2 jalanan yg merana ?
    (bisa kasih alamat dan no. telp mereka ?)

    Bisa kirim jawabannya ke sutarji@yahoo.com

    Balasan anda sangat kuhargai.

    terima kasih.

    • di bandung temen2 bikin Perkumpulan Kucing Domestik Bandung (di fb ada akunnya dg nama sama, bisa gabung). cuma secara organisasi blm terlalu solid. dalam artian tidak ada pertemuan rutin dan juga program berkala. komunikasi baru melalui fb termasuk juga melakukan kegiatan bersama.

      yg sudah dibuat program steril bersama kelompok ‘steril yuk’. tentunya tarifnya miring banget. sbg gambaran steril biasa di kisaran 250-300 (jantan) dan 350-400 (betina), pd program baksos PKDB 110/160.
      ke depan, kayanya bisa melakukan baksos steril utk kucing2 liar. kalau dana perkumpulan mencukupi. setidaknya mereka tdk over populasi di luaran.

      baru itu yg dilakukan. rumah singgah atau penampungan belum ada. paling dilakukan secara perorangan, tp kami saling bantu..baik sekedar berbagi informasi penggalangan dana maupun mencarikan adoter.

      saya, meong2 di rumah jg dari jalanan semua kok. diadopsi dan mjd anggota keluarga.kl ada yg pergi sih boleh jg, setidaknya yg udah disteril.

      begitu, kang tarji. silakan bergabung.

  7. mba, mas, tolong, disini ada anak kucing yang habis digigit kucing lain..tadi udah dibawa ke dokter dan udah diobatin, masalahnya ngobatinnya harus berlanjut dan saya sebagai mahasiswa yg tinggal di asrama, ngga dibolehin bawa masuk hewa..tolong banget ada yg bisa nolong kah?saya di daerah buah batu..dimana yg bisa bantuin, nanti saya anter kucingnya…
    tolong banget

  8. hai mba dhenok, aku baru nemu blog ini dan lgsung sukses berurai air mata baca ceritaan ttg item yg kena sakit. semoga item sehat selalu dan diberi keceriaan

    oya, mba kapan ada acara2 temu kucing lagi? aku mau iktn. kirimin kabar lwt emailku yaa.

    • hai cherry…

      sayangnya item udah di RB. sekitar sebulan dari posting cerita itu, tiba2 kaki belakangnya melemah. berbagai pengobatan diupayakan. sayangnya terhambat masa libur lebaran. tapi mungkin memang jalannya musti begitu. dan dia pun pergi…masih suka sedih kl inget. dulu suka dijutekin. baru terakhir2 itu merasa sayang banget sama dia..

      emang cherry tinggal di bandung?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s